PREMATUR

Tanggal 6 April 2010 menjadi hari berkabung bagi kita yang masih memiliki hati nurani. Hal ini disebabkan oleh kebijakan dan keputusan hukum oleh jaksa penuntut umum yang prematur dengan dakwaannya terhadap kasus sengketa rumah antara janda pahlawan dengan pegadaian.

Oleh karena itu, hakim ketua yang menyidangkan kasus sengketa tersebut menganggap bahwa dakwaan terhadap janda karmini itu cacat demi hukum.

Amar putusan hakim tersebut tentu saja melegakan pengunjung sidang yang hampir seluruhnya adalah para pendukung janda pahlawan tersebut. Hadir dalam kesempatan sidang sengketa rumah antara sang nenek dengan pihak pegadaian antara lain PPM Jakarta Timur dan juga Relawan Dibo Piss. Dengan mengusung spanduk dukungan moral bagi sang janda, Firman Abadi yang akrab dipanggil Dibo Piss turut prihatin atas peristiwa memilukan ini. Dalam selebaran yang dibagikan kepada pengunjung sidang- Dibo mengungkapkan bahwa perisitiwa ini merupakan penistaan terhadap nilai dan budaya bangsa indonesia yang sangat santun terhadap veteran dan pahlawan.

Kita, menurutnya, sudah kehilangan akal sehat sehingga kebijakan kita seringkali tidak menyentuh nilai-nilai budaya dan etika sosial yang menjadi sendi kehidupan bermasyarakat. Pancasila telah kehilangan makna dalam konteks keadilan bagi seluruh rakyat indonesia. Ini penghinaan yang bukan saja melecehkan nilai kepahlawanan tetapi juga telah menihilkan arti falsafah hidup kita yang tertuang pada butir kedua Pancasila, tambah pemuda yang sangat peduli dengan permasalah sosial ini.

Relawan Dibo Piss bersama Mahasiswa Universitas Bung Karno menggelar orasi yang menunut keadilan hukum bagi rakyat dan lebih khusus bagi Janda Pahlawan itu. Orasi di tengah matahari terik tidak mengurangi semangat dukungan bagi sang Janda itu. Mereka terus meneriakan yel-yel untuk terus menghidupkan semangat dan gelora bagi terwujudnya keadilan hukum yang mereka tuntut sehingga Janda Pahlawan itu terbebas dari dakwaan dan pidana.

Lalu bagaimana dengan pihak pelapor dan Jaksa Penuntut umum yang telah memperkarakan kasus ini sehingga pengadilan negeri jakarta timur harus menggelar persidangan terhadap kasus yang masih dalam proses di Mahkamah Agung? Mengapa mereka memperkarakan kasus dengan dakwaan yang secara hukum masih dalam proses di tingkat yang lebih tinggi dari Kejaksaan itu sendiri?

Hakim ketua mengetuk palu untuk kemudian memberikan putusan sela dan akan menghadirkan saksi-saksi pada tanggal 20 April 2010. Semoga pada persidangan mendatang, sang nenek terbebas dari tuntutan pidana. Hakim bersama masyarakat selayaknya meminta presiden untuk menindak Jaksa Penuntut umum atas kelalaian dakwaan prematur yang telah dilakukannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s